Dwi CahYani Wulandari ^^

Selasa, 27 September 2016








TWICE COMEBACK 2016!!!!


YOO Jeongyeon and IM Nayeon
IM-inlovewith-YOO


2YEON MOMENT

all the videos are not mine,i just edit ^_^
#2Yeon Ship

HUG and KISS

LOVE & HATE Relationship





 [ENG SUB] πŸ’• Im NaYeon " BEST GIFT" Happy Birthday μž„λ‚˜μ—° πŸ’•

 

Nayeon : "Yoo Jeongyeon" [ENG SUB]  




Nayeon "I’m Turned Off You"Jungyeon-ah [FMV] 2Yeon - Better With You 


Jungyeon Nayeon (2Yeon)-To Be Continue  



πŸ’•LIKE,SHARE,and SUBSCRIBE πŸ’•


Senin, 29 Februari 2016

By M. Suyanto, STMIK AMIKOM Yogyakarta
Salah satu strategi yang dipakai perguruan tinggi kecil agar dikenal di masyarakat adalah mengikuti berbagai pertandingan baik dalam bidang yang perguruan tinggi itu unggul atau bidang lainnya. STMIK AMIKOM Yogyakarta menggunakan strategi ini, mengikuti berbagai kejuaraan yang berkaitan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi maupun yang tidak ada kaitannya dengan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi.



Perguruan tinggi kecil biasanya mempunyai mahasiswan yang secara intelektual realtif di bawah perguruan tinggi besar, tetapi di antara sebagian kecil dari mereka kalau kita dapat memotivasi, mereka juga dapat bersaing dengan mahasiswa di perguruan tinggi besar. Setelah mahasiswa itu terpilih secara alami, kemudian diikutkan lomba. Di samping mahasiswa, dosen juga kita motivasi untuk menghasilkan karya professional. Karya professional dosen juga kita fasilitasi untuk mendapat penghargaan. Dari tempat lomba satu ke tempat lomba lain yang kita peroleh adalah kekalahan, bukan kemenangan, karena kita sebuah perguruan tinggi kecil yang belum berpengalaman dan belum banyak dikenal. Kekalahan demi kekalahan itulah yang membuat kita mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, yang dapat kita pakai sebagai pelajaran dan memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Kita dapat belajar dari apa yang diinginkan dewan yuri agar memperoleh penghargaan dan juga dapat belajar dari para pemenangnya. Akhirnya kita dapat mengetahui kekuatan peruruan tinggi besar yang setahap demi setahap kita contoh dan kelemahan perguruan tinggi besar yang menjadikan peluang bagi kita.
Demikian pula pada perusahaan, kita dapat belajar dari perusahaan pemimpin pasar dari segi kekuatan dan kelemahannya. Kekuatan perusahaan besar atau perusahaan pemimpin pasar merupakan ancaman bagi perusahaan kecil, tetapi dapat kita pakai sebagai pelajaran untuk kita contoh. Sehebat-hebat perusahaan besar tidak ada yang sempurna, pasti punya kelemahan. dan kelemahan perusahaan besar tersebut sebagai peluang untuk dapat dimanfaatkan perusahaan kecil agar dapat bersaing dengan perusahaan besar tersebut.
Perjalanan yang panjang untuk memperoleh penghargaan harus dilalui, tidak seperti membalik telapak tangan saja, instan. Setelah sepuluh tahun, mulai menunjukkan hasil, meskipun kita dari perguruan tinggi yang biasa direndahkan. Alumni dan sekaligus dosen kita memenangkan Techscape Anniversary Web Contest 2004 for Situs Gratisan.com dan juga Oto Web Contest Sumitomo Corporation 2006. Pada 2006, banyak penghargaan diperoleh, 2 penghargaan dari Asia Pacific Economic Cooperation Digital Opportunity Center sebagai The Best E-Practice, 2 penghargaan Merit dari Indonesia ICT Award yang akhirnya mewakili Indonesia pada Asia Pacific Information and Communication Technology di Macau. Pada 2008, juara pertama penelitian terintegrasi bidang ICT Depkominfo, Runner Up penelitian LIPI, pemenang 100 Inovasi Top Indonesia, finalis TELKOM SMART Campus dan Nominasi Urbanimation International Festival. Memetik hasi yang luar biasa, pada 2009 dengan penghargaan Platinum (juara pertama) dan penghargaan Digitalpreneur Incubation dalam TELKOM SMART Campus, pemenang Indonesia ICT Award untuk student project dan pemenang Merit untuk film animasi serta dua nominasi bidang Research and Development dan Open Source yang akhirnya mewakili Indonesia kembali untuk bertarung di Australia. Sebagian besar prestasi kita dimuat di berbagai media cetak maupun elektronik, baik lokal maupun nasional dan termasuk pemberitaan online. Itulah salah satu strategi perguruan tinggi kecil untuk melambungkan citranya.
http://msuyanto.com/baru/?p=2040 

Selain dengan membuka usaha tanpa uang tunai dengan pembayaran di belakang, dapat pula Anda membuka usaha dengan pembayaran di muka. Gabungan antara memulai usaha dengan pembayaran di belakang dan pembayaran di muka merupakan yang paling ideal. Gedung atau kantor, iklan, brosur dapat kita peroleh dengan pembayaran di belakang, sedangkan pelanggan kita menggunakan pembayaran di muka. Usaha berupa kursus, lembaga pendidikan kejuruan dan bahkan pendidikan tinggipun dapat dilakukan dengan strategi pembayaran di muka.
Pada saat kami membuka cabang Pusat Pendidikan Komputer dan Manajemen IMKI di jalan Abubakar Ali nomor 20 Kotabaru Yogyakarta, setelah beriklan di Harian Kedaulatan Rakyat yang dapat dibayar di belakang, akhirnya mendapat 35 siswa. Kemudian diberikan kuliah umum yang berisi penjelasan teantang materi yang akan diajarkan selama satu tahun. Dimulai dari materi Achievement Motivation Training sampai System Analysis. Tiba-tiba mereka bertanya “Pak komputernya mana kok tidak ada?”. “Coba perhatikan dalam iklan bunyinya bagaimana?.”, saya balik bertanya. “Pendikan Komputer dilengkapi pendidikan manajemen praktis dan kewirausahaan,” jawab mereka. “Anda benar. Dalam satu bulan pertama ini Anda akan mendapatkan pendidikan manajemen praktis dan kewirausahaan, kemudian baru dilanjutkan pelajaran komputer” jawab saya sambil berkata dalam hati “tetapi kamu juga harus membayar”. Setelah satu bulan mereka puas, akhirnya membayar. Dari uang siswa tersebut saya kreditkan komputer dapat 12 komputer. “Itu komputernya” kata saya. “Oh komputernya sudah ada ya Pak” kata mereka. Saya tersenyum sambil berkata dalam hati “sesungguhnya itu juga uang Anda”. Maka kita dapat meng operasikan usaha dengan pembayaran di muka, yaitu pembayaran dari pelanggan kita.
Bahkan ketika saya bersama-sama dengan kawan-kawan dari Totalwin Institute of Management bekerjasama dengan Warnbrough University, Inggris. membuka Program MBA (ketika itu belum dilarang), cukup menyediakan hotel bintang lima yang dapat dibayar di belakang, kemudian para mahasiswa membayar di muka. Pertama kali, calon mahasiswa dikumpulkan di salah satu hotel berbintang diberikan penjelasan tentang Program MBA dari Warnbrough University. Termasuk berapa biaya, kalau harus kuliah di Inggris. Kalau kuliah di Indonesia dapat menggunakan pengantar Bahasa Indonesia. Tesisnya saja dalam Bahasa Inggris di supervisi oleh Perwakilan Warnbrough University dari Australia. Setelah selesai kuliah umum, bagi yang berminat dapat memberikan uang muka Rp. 1.000.000,-. Dari uang tersebut dapat digunakan untuk sewa ruangan beserta perlengkapan lainnya, sehingga pengelola tidak mengeluarkan biaya. Setelah minimal 15 mahasiswa mendaftar, kuliah segera di mulai. Dengan demikian hotel beserta fasilitas lainnya dapat dipenuhi dengan pembayaran dimuka dari mahasiswa. Dari hasil Program MBA tersebut akhirnya dapat digunakan untuk mendirikan Program MM STIE “ABI” Surabaya. Barangkali Program Magister Manajemen yang paling laris di Indonesia, karena mempunyai mahasiswa sekitar 1000 orang.

By M. Suyanto
Malcolm Gladwell dalam bukunya yang berjudul Blink, menceritakan tentang seorang penjual mobil yang sukses. Orang tersebut bernama Bob Golomb. Sang Direktur penjualan keagenan Nissan Flemington tersebut biasa mengenakan setelan jas hitam dengan model konservatif sehingga sepintas seperti manajer bank atau pialang saham. Sejak terjun ke bisnis mobil lebih dari satu dasawarsa, Golomb telah menjual mobil rata-rata sekitar dua puluh mobil per bulan, yakni lebih dari dua kali hasil penjualan rata-rata penjual mobil lain. Di meja kerjanya, Golomb memajang lima bintang emas yang diberikan oleh perusahaan sebagai penghargaan atas kinerjanya.
Rahasia sukses Golomb ada tiga, yaitu pertama, beri perhatian kepada pelanggan. Kedua, beri perhatian kepada pelanggan. Ketiga, beri perhatian kepada pelanggan. Jika Anda membeli mobil kepada Bob Golomb, ia akan menelpon Anda esok harinya, memastikan bahwa segala sesuatunya beres.
Jika Anda datang ke tokonya tetapi belum membeli apapun, ia akan menelpon esok harinya, hanya untuk mengucapkan terima kasih karena sudah berkunjung. “Anda harus selalu menampilkan mimik wajah terbaik, bahkan ketika pengalaman Anda sendiri buruk. Anda melupakan dahulu masalah-masalah Anda. Bahkan kalau situasi di rumah sangat tidak menyenangkan, Anda harus tetap memberikan yang terbaik kepada pelanggan Anda “ kata Bob Golomb.
Rahasia terakhir dari Golomb adalah ia tidak menilai orang berdasarkan penampilan. Ia mengandaikan bahwa siapapun yang datang ke ruang pamernya mempunyai peluang persis sama untuk membeli mobil. “Anda tidak boleh salah menilai orang bisnis ini” katanya berulang-ulang. “Buruk sangka sama saja dengan bunuh diri. Anda harus mengusahakan yang terbaik bagi tiap orang. Seorang penjual yang masih hijau ketika melihat seorang calon pembeli bisa berkata: Orang ini mustahil mampu membeli mobil. Pada hal ini kesalahan paling buruk bagi seorang penjual, sebab kadang-kadang justru sebaliknya. Saya mempunyai pelanggan petani, yang selama sekian tahun telah membeli bermacam-macam mobil dari saya.
Kami cukup membuat kesepakatan cukup dengan jabat tangan, lalu memberi saya pecahan seratus dolar sambil berkata: Tolong antarkan ke desa saya. Kami bahkan tidak harus menulis surat pemesanan. Sekarang, jika Anda melihat orang ini, dengan baju petaninya yang belepotan kotoran sapi, Anda mungkin berpendapat ia tak mampu membeli mobil. Padahal dalam kenyataan ia justru mampu membayar dengan kontan. Atau kadang-kadang ketika yang datang ke ruang pamer seorang anak remaja, Anda boleh jadi tak menganggapnya serius. Padahal, malam harinya sang remaja mungkin kembali bersama ibu dan ayahnya, untuk memutuskan pembelian sebuah mobil” kata Bob Golomb.
http://msuyanto.com/baru/?p=1586